Militer Amerika Serikat Kembangkan Drone yang Mampu Berubah Bentuk Saat Misi Pengintaian

- 24 Juni 2020, 13:25 WIB
Pesawat drone mata-mata Global Hawk /Dok. US Air Force

JURNAL PRESISI -  Sebuah laporan dari peneliti militer di Amerika Serikat menyebutkan, Angkatan Darat Amerika Serikat sedang melakukan pengembangan sebuah drone.

Drone tersebut nantinya mempunyai keunggulan adaptasi yaitu, mampu merubah bentuk ketika sedang dalam misi penerbangan menjadi lebih ramping.

Para ahli ini melakukan presentasi penelitian yang sedang mereka kembangkan dalam sebuah forum bertajuk, American Institute of Aeronautics and Astronautics Aviation Forum yang dilakukan secara virtual, pada 16 Juni 2020 yang lalu.

Baca Juga: Trump Tekan Citra Buruk AS dengan Perlambat Intensitas Uji Covid-19 Skala Besar

“Penelitian ini berfokus pada sebuah alat yang mampu dengan cepat bertransformasi menyesuaikan misi. Alat ini nantinya merupakan kendaraan angkut masa depan dan sedang dalam tahap uji ketahanan struktur terhadap angin.” Kata peneliti tersebut seperti dikutip jurnal Presisi dari Fox News, Rabu, 24 Juni 2020.

Dalam tahun depan, alat tersebut akan digunakan untuk mengembangkan drone yang berubah bentuk selama penerbangan, menurut Angkatan Darat.

"Pertimbangkan misi [Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian] di mana kendaraan perlu menuju stasiun dengan cepat, atau berlari, dan kemudian berusaha untuk tetap di stasiun selama mungkin, atau berkeliaran," kata Dr. Francis Phillips, seorang insinyur kedirgantaraan di Laboratorium Penelitian Angkatan Darat.

Baca Juga: Bupati Bogor Tolak Konser Rhoma Irama di Pamijahan, Gugus Tugas Covid-19 Bikin Meme Sindiran

Namun, para peneliti harus menemukan keseimbangan yang hati-hati antara tingkat kelenturan yang cukup dan kelembutan yang memungkinkan kendaraan "berubah" menjadi bentuk yang berbeda.

"Jika sayap terlalu banyak ditekuk, maka manfaat teoretis dari morphing dapat dinegasikan dan juga dapat menyebabkan masalah dan ketidakstabilan kontrol," kata Phillips.

Halaman:

Editor: Ben Sihotang

Sumber: Fox News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X