Fenomena Salju Pink di Pegunungan Alpen Dapat Memicu Pemanasan Global

- 8 Juli 2020, 06:30 WIB
Fenomena salju berubah warna pink di Pegunungan Alpen. /MIGUEL MEDINA / AFP via Euro News

JURNAL PRESISI - Berubahnya warna salju di pegunungan Alpen menjadi pink tengah diselidiki oleh ilmuwan Italia.

Dikutip dari The Guardian melalui Pikiran-rakyat.com, perubahan warna ini disebabkan oleh alga yang mempercepat efek perubahan iklim.

Namun, dugaan tersebut masih diperdebatkan. Biagio Di Mauro dari Dewan Riset Nasional Italia mengatakan salju warna pink yang diamati pada bagian gletser Presena kemungkinan disebabkan oleh tanaman yang sama yang ditemukan di Greenland.

Baca Juga: Presiden Brazil Jair Bolsonaro Umumkan Dirinya Positif Terinfeksi Covid-19

Sebelumnya Di Mauro diketahui telah mempelajari ganggang di gletser Morteratsch di Swiss.

"Ganggang tidak berbahaya, itu adalah fenomena alam yang terjadi selama periode musim semi dan musim panas di lintang tengah tetapi juga di Polandia," ujar Di Mauro.

"(Namun), semua yang menggelapkan salju menyebabkan salju mencair karena mempercepat penyerapan radiasi," tambah Di Mauro.

Baca Juga: Kemana Air Bekas Memandikan Jenazah Rasulullah? Jawabannya Sungguh di Luar Dugaan

Ganggang ini pertama kali dianggap sebagai Ancylonema nordenskioeldii (alga gletser), tetapi Di Mauro mengklarifikasi dalam cuitan Twitternya bahwa itu kemungkinan besar adalah Chlamydomonas nivalis (alga salju).

Dikutip dari Euro News melalui Pikiran-rakyat.com, tahun 2019 lalu, terdapat sebuah penelitian yang memperkirakan dua pertiga dari gletser es di Pegunungan Alpen akan mencair di tahun 2100.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X