Bukan Diblokir, Nasib Pengguna Lama TikTok dan WeChat di AS Tak Akan Menerima Update Aplikasi

- 20 September 2020, 18:03 WIB
Aplikasi WeChat dan Tiktok di antara bendera Amerika Serikat dan China /ANTARA/REUTERS/Florence Lo/aa

JURNAL PRESISI - Rencana pemblokiran dua aplikasi oleh pemerintah Amerika Serikat yang dianggap mengancam keamanan nasional menuai berbagai reaksi baik dari negara asal aplikasi mapun pengguna.

TikTok merupakan aplikasi video yang dikembangkan oleh perusahaan ByteDance dari China yang hingga sampai saat ini penggunanya mencapai 100 juta di Amerika Serikat.

Sementara perusahaan analitik Appotopia mengemukakan pada awal Agustus lalu bahwa WeChat yang merupakan aplikasi perpesanan memiliki rata-rata pengguna aktif mencapai 19 juta per harinya di Amerika Serikat.

Baca Juga: Walaupun WeChat dan TikTok Diblokir, Transaksi Bisnis Platform Tencent Lainnya Masih Dibebaskan AS

Kedua aplikasi tersebut sangatlah populer dikalangan millenial baik di negara aslinya China maupun Amerika Serikat.

Departemen Perdagangan tidak akan memaksa para pengguna aplikasi tersebut (di Amerika Serikat) untuk melakukan penghapusan aplikasi atau memaksa untuk berhenti menggunakannya.

“Kami menargetkan level perusahaan teratas. Kami tidak akan mencari pengguna individu,” ungkap salah satu pejabat Commerce.

Baca Juga: AS Blokir TikTok dan WeChat, Pemerintah China dan ByteDance Minta Trump Hentikan Penindasan

Namun pihaknya juga yakin bahwa seiring berjalannya waktu, tersendatnya pembaharuan aplikasi akan menurunkan kegunaan dari dua aplikasi tersebut sehingga pengguna merasa bosan dengan sendirinya.

“Harapannya adalah masyarakat akan menemukan cara alternatif untuk melakukan tindakan ini,” ujar seorang pejabat senior.

Halaman:

Editor: Harbhimanyu Wicaksono

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X